Cara melindungi kesehatan diri dari kabut asap kebakaran hutan

Saturday, March 08, 2014 oleh Nofrizal Osri
Badandensehat - Kabut asap yang melanda saudara kita di kawasan Riau memang memprihatinkan. Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan ini nampaknya memang menjadi salah satu bencana luar biasa di awal tahun 2014 ini selain letusan gunung. Kejadian kabut asap ini bukanlah semata-mata sebagai suatu kejadian kebetulan yang terjadi pada suatu waktu. 

Hal ini dapat saya rasakan di kawasan Sumatera Barat bahwa lebih dari satu setengah bulan merupakan bulan terik yang tak kunjung menurunkan hujan. Alhasil banyak rumput mulai menguning dan air sumur pun juga ikut mengering. Sebagai kegiatan operasional sehari-hari perusahaan perkebunaan di kawasan Riau juga melakukan jadwal pembersihan lahan (land clearing) dengan cara membakar lahan agar biaya yang dikeluarkan tidak terlalu mahal. 

Namun karena kondisi yang panas di kawasan tersebut, api malah menjadi-jadi mulai dari hanya setitik api hingga berubah menjadi besar karena tiupan angin yang membakar lahan gambut. Akibat terbakarnya lahan gambut di banyak titik di kawasan Riau maka asap-pun semakin bertambah banyak karena tidak ada hujan atau api yang sukar mati akibat lahan dan tumbuhan yang mengering.

Seiring dengan itu banyak warga yang terkena dampak dan akhirnya sakit. Terjadi 8 masalah kesehatan bagi masyarakat akibat kabut asap karena kebakaran hutan yang terjadi di Kota Dumai Riau. Pertama, kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungki juga infeksi. Kedua, kabut asap dapat memperburuk asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK dll. Ketiga, kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan orang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.

Masalah akibat kabut asap yang keempat, bagi yang berusia lanjut dan anak-anak (juga mereka yang punya penyakir kronik) dengan daya tahan tubuh rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan. Kelima, kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi. Keenam, secara umum maka berbagai penyakit kronik juga dapat memburuk. Ketujuh, bahan polutan di asap kebakaran hutan yang jatuh ke permukaan bumi juga mungkin dapat menjadi sumber polutan di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi. Kedelapan, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, utamanya karena ketidak seimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus dll penyebab penyakit (agent) dan buruknya lingkungan (environment).

Menurut Prof. Tjandra, terdapat 8 tips untuk melindungi diri dari risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap, yaitu:
  • Pertama, masyarakat perlu menghindari atau kurangi aktivitas di luar rumah/gedung, terutama bagi mereka yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernafasan.
  • Kedua, jika terpaksa pergi ke luar rumah/gedung maka sebaiknya menggunakan masker.
  • Ketiga, minumlah air putih lebih banyak dan lebih sering.
  • Keempat, bagi yang telah mempunyai gangguan paru dan jantung sebelumnya, mintalah nasehat kepada dokter untuk perlindungan tambahan sesuai kondisi. Segera berobat ke dokter atau sarana pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami kesulitan bernapas atau gangguan kesehatan lain.
  • Kelima, selalu lakukan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), seperti makan bergizi, jangan merokok, istirahat yg cukup dll.
  • Keenam, upayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah / sekolah / kantor dan ruang tertutup lainnya.
  • Ketujuh, penampungan air minum dan makanan harus terlindung baik.
  • Kedelapan, buah-buahan dicuci sebelum dikonsumsi. Bahan makanan dan minuman yang dimasak perlu di masak dengan baik.

Bagi anda yang tinggal di daerah Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Jambi agar dapat memperhatikan cara melindungi kesehatan dari kabut asap kebakaran hutan seperti yang telah di jelaskan oleh Prof. Tjandra. Semoga bencana kebakaran hutan ini cepat berakhir, Amin.

Sumber : http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=2335.

No comments:

Post a Comment