Tanda tanda kena penyakit jantung, pada wanita

Sunday, February 02, 2014 oleh Nofrizal Osri
Badanden sehat - Kejadian yang sering muncul di rumah sakit di Amerika Serikat menunjukkan bahwa jumlah kematian wanita selalu dua kali lipat daripada pria yang menderita penyakit jantung. Tanda tanda penyakit jantung antara pria dengan wanita berbeda. Umumnya saat ini para dokter menyimpulkan ada dua gejala pemicu timbulnya penyakit jantung yaitu Angina dan Aritmia.

sumber:google.com


Angina adalah rasa nyeri atau ditekan dibagian dada sedangkan Arimia adalah gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan palpitasi. Palpitasi merupakan gangguan yang dialami jantung karena denyut yang abnormal. Perbedaan penyakit jantung pada pria dan wanita karena sistem kardiovaskular. Seperti yang telah kita ketahui bahwa 40% penyakit kardiovaskular mempengaruhi kematian wanita Amerika yang mengalami penyakit jantung. Akibatnya banyak wanita yang meninggal karena serangan jantung tanpa ia sadari.

Jika anda saat ini merasakan sensasi terbakar dibagian perut atas, pusing, sakit perut dan berkeringat maka kemungkinan ini sistem kardiovaskular anda terganggu, dapat mengarahkan ke penyakit jantung atau kematian. Kenapa demikian? karena rata-rata wanita tidak mengalami rasa sakit yang khas dibagian kiri tubuhnya sehingga mereka mengabaikan gejala ini yang sebenarnya mereka mengalami serangan jantung.

Kembali ke masalah angina dan aritmia, keduanya disebabkan oleh kurangnya pasokan darah yang membawa oksigen ke otot  jantung yang sama dengan kardiovaskular dimana diboncengi oleh rasa pusing, letih berkepanjangan, mual, keringat dingin, dan sesak pada pernafasan. Jadi pada umumnya, karena tidak tahu apa-apa wanita hanya menganggap ini sebagai masuk angin dan demam biasa padahal sebenarnya tidak. Akibatnya pencegahan pada pertolongan pertamapun menjadi terlambat.

Jadi usaha untuk mencegah lebih baik daripada mengobati akar permasalahannya. Menjaga pola makan, olah raga teratur, diet dan mengkonsumsi suplemen herbal dapat mengurangi peluang terjadinya serangan jantung pada wanita.

Gejala-gejala kena penyakit jantung pada wanita seringkali tertutupi oleh kamuflase hal-hal kecil yang disebutkan seperti diatas. Yang umumnya terjadi adalah masalah tiroid pada wanita yang sebenarnya adalah serangan jantung. Wanita juga perlu memperhatikan hal-hal berikut :

Estrogen - Penelitian menunjukkan bahwa setelah menopause pada usia 50 tahun wanita cenderung memiliki tingkat resiko terkena serangan jantung yang lebih tinggi. Ini akibat kadar hormon estrogen yang menurun. Estrogen tersebut berhungan dengan HDL(kolesterol baik) dan LDL(kolesterol jahat). Penarikan estrogen alami oleh tubuh menyebabkan menurunnya kadar kolesterol baik dan meningkatkan jumlah kolesterol jahat sehingga berakibat pada serangan jantung.

Merokok - Studi juga memperlihatkan bahwa merokok dan juga penggunaan pil KB menurunkan kadar kolesterol baik. Anak punk, abg, dan siswa SMA wanita memiliki kebiasaan pergaulan bebas yang cenderung mengarah ke perbuatan negatif dimana kita sudah lumrah melihat mereka secara terang-terangan merokok didepan umum. Kabar baiknya jika anda berhenti merokok selama 1 tahun maka resiko penyakit jantung yang diciptakan karena merokok menurun drastis hingga 80% dan Jika berhenti total selama 7 tahun semua resiko hilang.

Tekanan darah tinggi (Hipertensi) - merupakan pembunuh silent (diam-diam). Wanita yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan wanita obesitas hipertensi bersiko sangat tinggi terkena penyakit jantung. Jika tidak diobati , jantung setiap hari akan bekerja keras dan mempercepat pengerasan arteri ( aterosklerosis ) yang membawa pada serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Kolesterol - Sebelum menopause wanita memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi daripada pria, hal ini dipicu oleh hormon estrogen yang meningkatkan kadar HDL. Semakin tinggi kadar HDL seorang wanita maka semakin kecil ia terkena gejala kardiovaskular seperti yang dilaporkan oleh American Journal of Cardiology. Tapi setelah menopause kadar HDL seorang wanita cenderung turun sehingga berisiko terkena serangan jantung. 

Obesitas dan Diabetes - ini merupakan faktor paling kuat penyebab serangan jantung di kalangan wanita. Wanita obesitas yang memiliki lemak di sekitar pinggang memiliki resiko paling tinggi terkena serangan jantung daripada mereka yang memiliki lemak dibagian pinggul. Karena berat badan akhirnya timbul diabetes dan wanita yang kurang aktif memiliki peringkat paling tinggi terkena serangan kardiovaskular akibat gagalnya hormon estrogen melindungi wanita pada masa premenopause.

Penyakit lainnya - lupus dan arthritis juga berkontrbusi menghadirkan gejala serangan jantung.

Kuranngnya aktivitas fisik - Manfaat olahraga adalah mampu meningkatkan HDL, mengatur glukosa, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan fleksibilitas pembuluh darah. Jadi jika anda malas bergerak kemungkinan terkena penyakit jantung sangat tinggi.

Wanita perlu menyadari faktor risiko untuk penyakit jantung dan pentingnya membuat perubahan gaya hidup yang dapat mengurangi risiko tersebut. Faktor-faktor seperti ras, bertambahnya usia, dan riwayat keluarga penyakit jantung tidak dapat diubah. Faktor risiko lain, bagaimanapun, dapat diubah atau dihilangkan dengan membuat keputusan tentang kesehatan jantung.

No comments:

Post a Comment