Kanker getah bening penyebab, dan gejalanya

Tuesday, February 04, 2014 oleh Nofrizal Osri
Badanden sehat - Kanker getah bening atau limfoma adalah kanker ganas yang menyerang sistem limfatik. Limfoma muncul karena limfosit berkembang pesat dan tidak terkendali. Sistem limfatik adalah cairan tubuh tidak berwarna yang terdapat pada sel-sel tubuh manusia. Cairan ini melewati dinding kapiler dan sistem getah bening. Getah bening berperan mengambil racun dan bakteri pada sel-sel tubuh. Selain itu ia juga membawa trigliserida ke seluruh tubuh. Getah bening terbanyak terdapat di toraks(dada). Seiring waktu limfomapun menggantikan limfosit normal dan menyebabkan pelemahan pada sistem kekebalatan tubuh.

Amandel juga termasuk kedalam sistem getah bening. Pada malam hari ketika anda sedang tidur, pergerakan getah bening melambat karena cairan getah bening tidak ada yang memompa. Pegerakan getah bening juga dipengaruhi oleh gravitasi. Pergerakan getah bening seiring dengan aktivnya anda bergerak seperti berenang, gerakan lengan, tertawa dan lainnya.Getah bening berisi sel darah putih melawan infeksi atau limfosit. Ada beberapa bentuk limfosit, yaitu limfosit B dan limfosit T.

Gejala limfoma
Umumnya gejala limfoma adalah adanya pembengkakan tanpa rasa sakit di kelenjar getah bening seperti ketiak, paha, dan leher. Kelenjar getah bening membengkak atas reaksi infeksi apapun. Penderita akan mengalami kelelahan, keringat malam, demam, penurunan berat badan, batuk terus-menerus, sesak napas, infeksi yang lama sembuhnya. Limfoma dapat berkembang lebih jauh kedalam tubuh seperti yang ditemukan di perut yang menyebabkan kembung.

Perawatan
Perlakuan utama yang diberikan yaitu kemoterapi dan radioterapi untuk menghancurkan sel-sel leukimia agar sumsum tulang belakang dapat bekerja dengan normal. Pada tingkat lanjut dapat dilakukan transplantasi sel induk untuk mencegah kemungkinan besar kembalinya kanker. Pengobatan akan bervariasi tergantung jenis yang diderita seseorang sesuai luasnya areal yang terjangkiti, usia dan kondisi kesehatan seseorang.

Klasifikasi Kanker Getah Bening

1. Limfoma Hodgkin
Berasal dari nama seorang dokter pada tahun 1832, Thomas Hodgkin. Limfoma Hodgkin sangat agresif  dan dapat diobati sampai 80 persen kasus. Limfoma Hodgkin adalah kanker dari sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Ini terjadi ketika limfosit berkembang sangat banyak namun berubah menjadi sangat ganas yang disebut limfoma. Rata-rata yang terkena limfoma hodgkin 15-30 tahun.

Penyebab limfoma Hodgkin ini belum diketahui dengan pasti tetapi infeksi dari EBV(Ebstein-Barr virus) dapat menyebabkan demam kelenjar yang diyakini menjadi pemicu penyakit ini. Gejala yang dialami oleh penderita adalah demam berulang, keringat di malam hari, penurunan berat badan, gatal, dan ruam. Limfoma Hodgkin didiagnosis dengan FBC dan pemeriksaan sumsum tulang.

Perawatan limfoma Hodgkin stadium awal yaitu dengan kombinasi kemoterapi dan radioterapi. Pada stadium lanjut biasanya diobati dengan kemoterapi. Efek samping pengobatan limfoma Hodgkin menggunakan kemoterapi adalah mual dan muntah, lelah dan lemah, jumlah darah turun, rambut rontok, mucostis atau borok, diare, kulit kekeringan dan ruam.

2. Limfoma Non-Hodgkin

Sel B dan T limfoma atau Non-Hodgkin limfoma adalah kanker sistem limfatik. Limfoma muncul karena perkembangan sel B dan T limfosit berkembang biak tak terkendali dengan ganas dan membentuk tumor karena tertumpuknya sel kanker pada kelenjar getah bening. Penderita NHL(Non-Hodgkin Limfoma) ini berusia diatas 50 tahun. Gejala umum yang diderita adalah demam berulang, keringat berlebih pada malam hari, berat badan turun, kelelahan terus-menerus, dan gatal.

Limfoma Non-Hodgkin didiagnosis dengan memeriksa sel-sel dari kelenjar getah bening yang terkena. Ada 30 jenis B dan limfoma sel-T, banyak yang mempengaruhi tubuh dengan cara yang berbeda, dan respon yang berbeda terhadap pengobatan. Beberapa limfoma tumbuh dengan cepat dan harus diperlakukan segera setelah mereka didiagnosis. Lainnya tumbuh lebih lambat dan tidak perlu diobati langsung.

No comments:

Post a Comment